Tuesday, 8 October 2013

Nuzulul Quran, Malam 17
Ramadhan atau Malam Lailatul
Qadar?
===============
===============
===============
=============
Seorang sahabat bertanya,
“Sebenarnya, Al-Quran itu turun

malam lailatul qodar apa tanggal
17 Ramadhan itu? Kan di surat al-
qodar, Al-Qur’an turun malam
lailatul qodar. Terus kata Nabi SAW
kan lailatul qodar itu ada di
sepuluh akhir bulan Ramadhan.
Knapa orang-orang mengadakan
nuzulul Quran tanggal 17
Ramadhan?”
Mungkin soal ini juga yang ada di
benak para pembaca sekalian.
Berikut ini sedikit penjelasan
tentang “nuzulul Quran” yang
diambil dari beberapa kitab yang
menerangkan tentang masalah ini.
Metode Diturunkannya Al-Qur’an
(Kaifiyah Inzal)
Pertama: Al-Qur’an Diturunkan
Secara Sekaligus
ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ
“Bulan Ramadhan adalah (bulan)
yang di dalamnya diturunkan Al-
Qur’an.” (Al-Baqarah 185)
ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﻓِﻲ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ
“Sesungguhnya kami
menurunkannya (Al-Qur’an) pada
malam kemuliaan.” (Al-Qodr 1)
ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﻓِﻲ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﻣُﺒَﺎﺭَﻛَﺔٍ
“Sesungguhnya kami
menurunkannya (Al-Qur’an) pada
malam yang diberkahi.” (Ad-
dukhon 3)
Dalam 3 ayat di atas, semua
menjelaskan tentang turunnya Al-
Quran pertama kali, yaitu pada
bulan Ramadhan tepatnya malam
lailatul qadar; malam kemuliaan.
Dan pada surat Ad-Dukhon yang
dimaksud malam mubarok ialah
malam lailatul qadar pada bulan
Ramadhan sebagaimana yang
dikatakan oleh kebanyakan ulama
tafsir. (lihat tafsir Al-Alusi)
Dalam kitab Al-Burhan Fi ‘Ulumil-
Qur’an karangan Syeikh Badruddin
Az-Zarkasyi (W. 794 H), beliau
mengatakan bahwa dalam hal ini
para Ulama berbeda pendapat ke
dalam 3 pendapat yang masyhur.
Dan dari tiga pendapat tersebut,
yang paling mendekati kepada
pendapat yang kuat dan benar
ialah pendapat yang banyak
dipegang oleh Jumhur Ulama,
yaitu:
Bahwa Al Qur’an diturunkan
sekaligus ke langit dunia (daarul
Izzah) pada malam Lailatul Qodr
kemudian diturunkan dengan cara
berangsur-angsu r sepanjang
kehidupan Nabi saw setelah beliau
diangkat menjadi Nabi di Mekah
dan Madinah sampai wafat beliau.
Banyak para ulama yang
mengatakan bahwa pendapat
inilah yang paling mendekati
kebenaran, berdasarkan suatu
riwayat yang dikeluarkan oleh
Imam Hakim dalam mustadroknya
dengan sanad yang shahih, dari
Ibnu Abbas radhiyallhu ‘anhuma,
beliau mengatakan bahwasanya
Al-Quran itu turun sekaligus ke
langit dunia pada malam lailatul
qadr. Kemudian diturunkan
berangsur-angsu r selama 20
tahun, kemudian ia mambaca ayat,
ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺄْﺗُﻮﻧَﻚَ ﺑِﻤَﺜَﻞٍ ﺇِﻟَّﺎ ﺟِﺌْﻨَﺎﻙَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﺃَﺣْﺴَﻦَ
ﺗَﻔْﺴِﻴﺮًﺍ
“Tidaklah orang-orang kafir itu
datang kepadamu (membawa)
sesuatu yang ganjil, melainkan
kami datangkan kepadamu suatu
yang benar dan yang paling
baik.” (QS. Al Furqan: 33)
ﻭَﻗُﺮْﺁﻧﺎً ﻓَﺮَﻗْﻨَﺎﻩُ ﻟِﺘَﻘْﺮَﺃَﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻋَﻠَﻰ
ﻣُﻜْﺚٍ ﻭَﻧَﺰَّﻟْﻨَﺎﻩُ ﺗَﻨﺰِﻳﻼً
“Dan Al Quran itu telah kami
turunkan dengan berangsur-
angsu r agar kamu
membacakannya perlahan-lahan
kepada manusia dan kami
menurunkannya bagian demi
bagian.” (QS. Al Isra: 106)
Imam An-Nasa’i juga
meriwayatkan dengan sanad yang
shahih dari Ibnu Abbas
radhiyallahu ‘anhuma, beliau
berkata: “……dan Al-Qur’an
diletakkan di baitil izzah dari langit
dunia kemudian Jibril turun
dengan membawanya kepada
Muhammad SAW.”
Kedua: Al-Qur’an Diturunkan Secara
Berangsuran
Setelah diturunkan secara lengkap
(keseluruhan) dari Lauh Mahfudz
ke langit Dunia (Baitul-Izzah), Al-
Qur’an turun secara berangsuran
selama 23 tahun (ini menurut
pendapat yang kuat); 13 tahun di
Mekah dan 10 tahun di Madinah.
Dan turunnya Al-Qur’an secara
berangsuran telah dijelaskan
dalam firman Allah SWT,
ﻭَﻗُﺮْﺁﻧﺎً ﻓَﺮَﻗْﻨَﺎﻩُ ﻟِﺘَﻘْﺮَﺃَﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻋَﻠَﻰ
ﻣُﻜْﺚٍ ﻭَﻧَﺰَّﻟْﻨَﺎﻩُ ﺗَﻨﺰِﻳﻼً
“Dan Al Quran itu telah kami
turunkan dengan berangsur-
angsur agar kamu
membacakannya perlahan-lahan
kepada manusia dan kami
menurunkannya bagian demi
bagian.” (QS. Al Isra: 106)
Dan inilah salah satu keistimewaan
Al-Qur’an, bahwa kitab suci umat
Nabi Muhammad ini turun secara
berangsuran setelah sebelumnya
diturunkan secara lengkap/
sekaligus.
Ini berbeda dengan kitab-kitab
samawi lainnya yang diturunkan
secara sekaligus, yaitu Injil, Taurat
dan Zabur, tanpa ada angsurannya.
Allah SWT berfirman:
ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻟَﻮْﻻ ﻧُﺰِّﻝَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ
ﺟُﻤْﻠَﺔً ﻭَﺍﺣِﺪَﺓً ﻛَﺬَﻟِﻚَ ﻟِﻨُﺜَﺒِّﺖَ ﺑِﻪِ ﻓُﺆَﺍﺩَﻙَ ﻭَﺭَﺗَّﻠْﻨَﺎﻩُ
ﺗَﺮْﺗِﻴﻞ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺄْﺗُﻮﻧَﻚَ ﺑِﻤَﺜَﻞٍ ﺇِﻟَّﺎ ﺟِﺌْﻨَﺎﻙَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ
ﻭَﺃَﺣْﺴَﻦَ ﺗ


MurtawaFz

No comments:

Post a Comment

RUMUS MENGETAHUI JATUHNYA MALAM LAILATUL QADAR

Menurut Imam Al Ghazali Cara Untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari permulaan/hari pertama bulan Ramadhan : 1. Jika hari pertama ...