Tuesday, 8 October 2013

jendral jendral wanita dunia ternyata dari Atjeh

'' JENDERAL-JENDERAL WANITA
DUNIA TERNYATA DARI ATJEH ''

Tahukah anda, bahwa beberapa
Jenderal Besar wanita yang dicatat
dunia berasal dari Atjeh?
Dalam berbagai literatur, terdapat
sederetan wanita dalam sejarah
yang dijadikan sumber untuk
dipelajari kepemimpinannya oleh

berbagai studi di University dunia.
Saya menemukan beberapa nama
yang tidak asing Para wanita Atjeh.
Perang Atjeh merupakan perang
yang membawa kerugian besar
bagi Belanda. Kehebatan para
pejuangnya, dijadikan acuan studi
oleh banyak pihak untuk
mempelajari bagaimana para
pejuang Atjeh boleh membuat
Belanda kehilangan sedemikian
banyak harta dan tentara.Dunia
tidak dapat memandang remeh
pejuang-pejuang Atjeh. Beberapa
diantaranya dimasukkan dalam
jajaran pejuang besar dunia. Ada
yang menyebutkan sebagai 7
Warlord Women in The World
dimana beberapa diantaranya dari
Atjeh,10 Best Female Warrior at All
Time beberapa diantaranya dari
Atjeh,serta Women Warrior in
South East Asia.
“Dari pengalaman yang dimiliki
oleh panglima-panglima perang
Belanda yang telah melakukan
peperangan di segala penjuru dan
pelosok Kepulauan Indonesia,bahwa
tidak ada bangsa yang lebih berani berperang serta fanatik,
dibandingkan dengan bangsa
Atjeh,dan kaum wanita Atjeh yang
melebihi kaum wanita bangsa
lain,dalam keberanian dan
tidak gentar mati. Bahkan, mereka
pun melampaui kaum laki-laki Atjeh
yang sudah dikenal bukanlah laki-
laki lemah dalam mempertahankan
cita-cita bangsa dan agama
mereka” - HC Zentgraaf
Berikut ini adalah nama-nama
Jenderal Besar Atjeh. Jabatan yang
dikenakan di depan nama para
pejuang ini, saya tulis dalam
bahasa yang digunakan dunia.
Agar anda dapat melihat mereka
dari sudut pandang dunia. Dan
dapat mengambil kesimpulan,
bahwa dunia mencatat para
Jenderal Besar ini sebagai orang-orang yang paling
dihormati.
Admiral Keumalahayati (Laksamana
Keumalahayati)
Tahun 1585-1604, Keumalahayati
memegang posisi Chief of the
Imperial Guard Troop Commander
Secret Government dan Chief of
Protocol of Sultan Alauddin Saidil
Mukammil Riayat Shah IV.
Keumalahayati memimpin 2,000
tentara Balee Inong (janda-janda
dari pahlawan yang terbunuh). Di
bawah kepemimpinan Admiral
Keumalahayati, Kesultanan Atjeh
Darussalam memiliki kekuatan 100
armada dengan kapasitas 400-500
tentara.
Admiral Keumalahayati terlibat
perkelahian satu lawan satu di atas
dek kapal perang melawan
Cornelis de Houtman. Cornelis de
Houtman dan beberapa anak
buahnya tewas. Sementara
Frederick de Houtman, adik dari
Cornelis de Houtman dipenjara.
Cornelis de Houtman dan Frederick
de Houtman adalah Admiral dalam
kapal perang Belanda.
Kemalahayati bukan hanya Admiral
dan Commander dari Angkatan
Laut Kesultanan Atjeh Darussalam,
tapi juga memegang posisi Troop
Commander sebagai Palace Guard.
Kemalahayati juga menjadi
diplomat bagi Sultan, dan
merupakan negosiator dan
memegang kendali hubungan luar
negeri.
Commander Cut Nyak Dhien
Wanita Atjeh ini dilahirkan tahun
1848, adalah satu dari pejuang
wanita terbaik (best female
warrior) dunia yang dimiliki oleh
Atjeh dan Indonesia. Bersama
suaminya, berperang mengusir
penjajahan Belanda dari Atjeh.
Dalam berbagai sumber, Cut Nyak
Dhien masuk dalam kategori 7
Warlord Women in The World, 10
Best Female Warrior at All Time,
Women Warrior in South East Asia,
General Cut Nyak Meutia (Jenderal
Cut Nyak Meutia)
Cut Meutia bersama suami
keduanya, Cut Muhammad atau
Teuku Cik Tunong, berjuang
melawan Belanda bersama
pasukannya. Teuku Cik Tunong
ditangkap Belanda dan dibunuh.
Melanjutkan perjuangan suaminya,
Cut Nyak Meutia memimpin
pasukannya melawan Belanda
hingga dia terbunuh pada tahun
1910.
Uleebalang and General Pocut
Baren Biheue (Hulubalang dan
Jenderal Pocut Baren Biheue)
Pocut Baren adalah jenderal
dengan salah satu kakinya
diamputasi. Letnan H. Scheurleer
melaporkan, bahwa Pocut Baren
mencoba menciptakan ketertiban,
keamanan dan kemakmuran
rakyat Atjeh di bawah kolonial
Belanda. Pocut Baren melakukan
perlawanan kepada Belanda. Pada
tahun 1910 Belanda melakukan
penyerbuan besar-besaran
terhadap pertahanan pocut Baren
di bawah pimpinan Letnan
Hoogers. Pocut Baren ditangkap
dan dibawa ke Meulaboh. Pocut
Baren hidup tahun 1880-1933.
H.C Zentgraff, penulis dan tentara
Hindia Belanda, menyebut wanita
Atjeh sebagai “de leidster van het
verzet” (pemimpin perlawanan)
dan grandes dames (wanita-
wanita besar). Keberanian dan
kesatriaan wanita Atjeh melebihi
segala wanita yang lain, lebih-lebih
dalam mempertahankan cita-cita
kebangsaan dan agamanya. Baik di
belakang layar, maupun secara
terang-terangan menjadi
pemimpin perlawanan.
Dengan reputasi wanita Atjeh yang
mendunia. Pejuang-pejuang wanita dari Atjeh yang dihormati
dunia. Dunia menyebutnya Warlord
Women in the World. Best Female
Warrior at All Time. Woman
Warrior.dan masih banyak
jenderal-jenderal wanita atjeh
lainnya yang tida


MurtawaFz

No comments:

Post a Comment

RUMUS MENGETAHUI JATUHNYA MALAM LAILATUL QADAR

Menurut Imam Al Ghazali Cara Untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari permulaan/hari pertama bulan Ramadhan : 1. Jika hari pertama ...