Tuesday, 8 October 2013

Bukti pengkhianat Malik Mahmud

# BUKTI PENGKHIANATAN MALEK
MAHMUD DAN ZAINI ABDULLAH
CS.TERHADAP WALI NEUGARA
ACEH.ALM TGK. HASAN M.DI TIRO#
*******STATUS ACHEH DALAM
NKRI********
Penulis Yusra Habib abdul Gani.
Dan sebelumnya saya minta maaf
kana saya ingin menulis sedikit isi

buku tersebut,tentan g bagai
mana saat saat penandatanganan
MoU,karna kami di dalam nanggro
masih banyak yang belum tau
tentang cerita tersebut,mulai
halaman,129, 130,131,132,
133,yang isinya sebagai berikut :
Yang membuktikan bahwa Tengku
Hasan di Tiro memang benar
benar ditipu oleh staff terdekatnya.
Itupun,setelah Fadlon Musa ( salah
satu anggota GAM di Belanda )
mendapat teks MoU Helsinki dari
Arif Fadilah (salah seorang
anggota GAM di Jerman )pada tgl.6
Agustus 2005.Arif Fadilah sendiri
memperolehnya dari Teuku Hadi
( salah seorang anggota GAM di
Jerman ) yang ikut magang
beberapa kali ke Helsiki.
Setelah membaca teks MoU
Helsinki,Fadlon terkejut dengan
kalimat :" The parties commit
themselves creating within which
the government of the Acehnese
people can be manifested through
a fair and democratic processs
within the unitary state and
constituion of the Republic of
Indonesia ".Sehubungan dengan
itu,Fadlon segera menghubungi
Tengku Hasan di tiro via tlp.pada 7
Agustus 2005,jam 19:30 waktu
Eropah.
FADLON MUSA : Assalamu'alaiku m,
Tengku TENGKU HASAN M.DI TIRO :
Wa'alaikum salam
FADLON MUSA : Saya mau tanya
sedikit : " Apakah tengku sudah
membaca teks asli ( original ) MoU
Helsinki yang yang akan
ditandatangani pada 15 Agustus
2005 nanti ?
TENGKU HASAN M.DI TIRO : Belum
TENGKU HASAN M.DI TIRO : Boleh
saya mendapatkan teks asli itu ?
FADLON MUSA : Tentu saja
tengkuSegera setelah dialog
itu,Fadlon musa minta tolong
kepada tengku Abdullah Ilyas
untuk mengirimkan via fax ke
nomor 0046-853191275. Teks
MoU Helsinki akhirnya berada di
tangan Tengku Hasan M.di Tiro.
Pada hari yang sama pula,Fadlon
musa menghubungi Zakaria
Saman, Muzakkir Manaf dan Sofya
Daud via tlp. prihal isi MoU Helsinki.
Inilah diantara petikan
pembicaraan antara Fadlon Musa
dengan Muzakkir Manaf.
FADLON MUSA : Apakah panglima
sudah diberitahu oleh pimpinan
dari Swedia tentang isi MoU
Helsinki ?
MUZAKKIR MANAF : Belum
FADLON MUSA : Kita telah terjebak
kedalam
NKRI MUZAKKIR MANAF : Apa benar
itu ?
FADLON MUSA : Kalau tidak percaya
saya baca terjemahannya dalam
bahasa Acheh
MUZAKKIR MANAF : Rahasia ini
jangan sampai bocor kepada
khalayak ramai.Kita akan
konfirmasi ke Swedia.
FADLON MUSA : SilakanDalam
kesempatan itu,Fadlon juga
berbincang dengan Sofyan Daud
Dan Zakarya Saman tentang MoU
Helsinki.Akhirn ya ketiga tokoh
penting GAM berkomentar : "Kita
akan konfirmasi dan perkara ini
urusan pemimpin Swedia".
Keesokan harinya,Tengku Malek
Mahmud dan Zaini Abdullah
dipanggil Tengku Hasan M di Tiro
untuk mempertanggung jawabkan
perbuatannya. Dalam pertemuan
yang berlangsung tegang
itu,keduanya ( Tengku Malek
Mahmud dan Tengku Zaini
Abdullah ) berhasil menjinakkan
kemarahan Tengku Hasan M.di Tiro
sehingga suasana dapat terkontrol
kembali.
Bakhtiar Abdullah,yang ketika itu
berada di kuala Lumpur,yang
menurut rencana akan menghadiri
Rapat pembubaran TNA pada 9
Agustus 2005,terpaksa pulang ke
Swedia pada 8 Agustus
2005.Sudah tentu kepulangan
yang mendadak ini berhubungan
dengan teks MoU Helsinki. Pada
waktu itu ( 7-8 Agustus 2005 ) di
Malaysia,tengah berlangsung
suatu seminar yang membahas
tentang Acheh.
Dalam seminar ini Prof.Ramasari
(salah seorang penasehat GAM )
menyampaikan khutbah politiknya
di hadapan ratusan anggota GAM
sbb : "Apa yang hendak di harap
GAM di dalam negeri ?kekuatan
TNA sudah lumpuh.Apa yang
hendak di harapkan oleh GAM di
luar negeri ?Diplomasi GAM kosong
melompong. Sekarang satu
satunya pilihan anda adalah
menerima konsep self-
government . Nanti kalau anda
sudah ada dana untuk beli senjata
dan mau berperang lagi.angkat
senjata." Beberapa bulan
sebelumnya,tela h berlangsung
pertemuan tertutup antara Nur
Juli,Fadlon musa dan Abdullah Ilyas
dengan tuan Roslan Abd.Rahman
( Intelijen Kerajaan Malaysia di Den
haaq,Belanda )" Pertemuan
berlangsung pada 13 Februari
2005,jam 20.15-22.110 di
Restauran Raden Mas,Rotterdam.
Dalam kesempatan itu, Nur Juli
telah menceritakan panjang lebar
tentang materi rundingan di
Helsinki.
Padahal ini rahasia negara. Setelah
membeberkan rahasia itu,Nur Juli
mengaku : ' Saya bukan anggota
GAM dan tidak pernah bersumpah
setia ( bai`at ) kepada Hasan Tiro
sebagai pemimpin. Kehadiran saya
ke Helsinki hanyalah atas
permintaan pimpinan GAM.' Atas
prilaku Nur juli,terjadi cek cok dan
pertengkaran antara Nur juli
dengan Fadlon dan Abdullah
Ilyas,karna Nur juli dinilai telah
membeberkan rahasia negara
Acheh. Pertemuan ke dua antara
Nur Juli, Fadlon Musa dan Abdullah
Ilyas berlangsung di rumah
kediman Tuan Roslan
Abd.Rahman,Pada 1 Maret
2005,jam 19.35-23.20. " dalam
pertemuan ini Nur juli sekali lagi
membongkar rahasia TNA :
'Sekarang TNA di dalam dan di luar
negeri tidak ada apa apanya lagi.
TNA berada dalam kedaan
kritikal,tidak ada kekuatan dan
sudah lumpuh sama
sekali'.Penjela san Nur juli
langsung di bantah oleh Abdullah
Ilyas di depan Intel Kerajaan
Malaysia itu.Pertengkara n antara
Nur juli dengan Abdullah Ilyas dan
Fadlon berlangsung sengit dan
segera di laporkan ke pada
pemimpinan GAM Swedia tentang
peristiwa itu'.Rentetan peristiwa
tersebut merupakan fakta yang
menghiasi halaman halaman
sejarah Acheh dan siapapun juga
tidak berhak menyembunyikann
ya. Akhirnya ditandatangani juga
Perjanjian Helsinki pada 15
Agustus 2005.Setelah selesai
Upacara penandatanganan , ke-
esokan harinya,16 Agustus
2005,giliran Yusra Habib Abdul
Gani menghubungi Tengku Hasan
di Tiro via tlp.
YUSRA : Apakah Tengku sudah
membaca teks asli MoU Helsinki
yang di tandatangani kemaren ?
TENGKU HASAN DI TIRO : Sudah
Yusra.
YUSRA : Namun begitu, saya
bacakan sekali lagi preambule dan
pasal 1 MoU ini dalam versi bahasa
Inggris.
YUSRA : Apakah Wali sudah
menerima sepenuh hati bunyi
klausal MoU Helsenki ini.
TENGKU HASAN DI TIRO : Bukan
begitu Yusra,bukan begitu,
Yusra,sekarang, apa yang boleh
Yusra bantu untuk rakyat Acheh ?
YUSRA : Pertayaan Tengku perkara
nomor dua. Sekarang ,apakah Wali
menerima bunyi klausal MoU
Helsinki ini yang baru saja saya
baca tadi ?
TENGKU HASA DI TIRO : Bukan
begitu Yusra,bukan begitu,Yusra.
Akhirnya sepakat menghentikan
pembicaraan, demi mengelak hal
yang tidak diinginkan.
Menjelang tiga tahun
kemudian,terjad i pembicaraan
antara Tengku Hasan M.di Tiro dan
Ampon Sarung
*pada minggu pertama Maret
2008, *Ampon Sarung adalah
menantu dari kakak Tengku Hasan
di Tiro satu Ayah lain ibu. Sekarang
menetap di Norsborg,Swedia .
Pembicaraan tersebut sbb :
AMPON SARUNG : " Saya ingin
menyampaikan informasi penting
kepada Tengku bahwa : Inilah
perang orang yang paling
munafiq, busuk dan jahat dalam
sejarah perang Acheh. Tengku
telah memberi kuasa penuh
kepada orang munafiq dan
pengkhianat,
yakni : Malik Mahmud dan Zaini
Abdullah Cs.kuasa tersebut telah di
salah gunakan oleh mereka untuk
terima Otonomi Acheh dalam MoU
Helsinki"
TENGKU HASAN M.DI TIRO : Sambil
menangis tersedu-sedu berkata :"
Kalau begitu,apa yang harus saya
lakukan sekarang Ampon ?"
AMPON SARONG : "Tengku mesti
membersihkan nama baik. Katakan
kepada Bangsa Acheh bahwasanya
Tengku telah silap memberi kuasa
kepada orang munafiq dan
pengkhianat,
yakni : Malik - Mahmud dan Zaini
Abdullah Cs.Untuk itu,Tengku
dengan didampingi oleh Musanna
Abdul Wahab *mesti pulang ke
Acheh. Bangsa Acheh telah
menunggu kepulangan Tengku
untuk menjelaskan perkara ini. "
Musanna Abdul Wahab adalah
keponakan Tengku Hasan M.di
Tiro. Sekarang menetap di
Amerika.
Untuk tidak menimbulkan fitnah di
kemudian hari, saya telah meminta
izin kepada Ampon Sarung untuk
mengutip hasil pembicaraan
tersebut dalam buku ini [ pada :
tgl.14.April 2008,jam 9.30-10.00
waktu Eropa ]
" Silakan dimuat Yusra "Kata beliau.
Inilah sebagain kecil dari isi buku'
STATUS ACHEH DALAM NKRI' Agar
kita yang di nanggroe tidak tertipu
dengan sandiwara Malek Mahmud
dan Zaini Abdullah.


MurtawaFz

No comments:

Post a Comment

RUMUS MENGETAHUI JATUHNYA MALAM LAILATUL QADAR

Menurut Imam Al Ghazali Cara Untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari permulaan/hari pertama bulan Ramadhan : 1. Jika hari pertama ...